
Durenan, 20–21 Agustus 2026 — SMK Darussalam Durenan menyelenggarakan Masa Orientasi Gugus Depan (MOGD) Tahun 2026 selama dua hari, Kamis–Jumat, 20–21 Agustus 2026. Mengusung tema “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”, kegiatan ini menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat dunia kepramukaan sekaligus menumbuhkan karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab, kompak, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Rangkaian MOGD 2026 dimulai pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB dengan acara pembukaan. Seluruh peserta mengikuti pembukaan dengan penuh semangat sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan selama dua hari. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pengarahan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan sekaligus diajak untuk mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kepramukaan di dalam kelas. Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan bagi peserta sebelum mengikuti berbagai kegiatan praktik. Pembelajaran tidak hanya memperkenalkan berbagai hal mengenai kepramukaan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Setelah mendapatkan materi, peserta kemudian mengikuti kegiatan pionering. Melalui kegiatan ini, peserta mempraktikkan keterampilan tali-temali dan membuat konstruksi sederhana secara berkelompok. Pionering menjadi salah satu kegiatan yang melatih ketelitian, kreativitas, kesabaran, serta kemampuan bekerja sama. Setiap peserta dituntut untuk saling membantu dan berkomunikasi agar tugas kelompok dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan semakin menarik ketika memasuki malam hari. Peserta putra dari Pangkalan Syekh Kholil 0411 mengikuti kegiatan api unggun bersama Bapak Sugus Setianto dari Kwarcab Trenggalek. Api unggun menjadi salah satu momen yang penuh keakraban dan kebersamaan. Kehangatan api unggun tidak hanya menjadi simbol semangat kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan antarpeserta.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sugus Setianto turut memberikan pesan kepada peserta agar menjadikan kegiatan Pramuka sebagai ruang untuk belajar berbagai hal yang berguna dalam kehidupan.
“Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak belajar banyak hal yang tidak hanya didapatkan di dalam kelas. Mereka belajar mandiri, bekerja sama, bertanggung jawab, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana mencintai alam serta memiliki kasih sayang kepada sesama.”
Setelah api unggun, suasana malam dilanjutkan dengan pentas seni (pensi). Para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka. Berbagai penampilan tersebut menjadi hiburan sekaligus wadah untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri.
Keceriaan malam kemudian berlanjut pada kegiatan renungan malam. Suasana yang sebelumnya penuh semangat berubah menjadi lebih tenang dan khidmat. Peserta diajak melakukan refleksi diri, mengingat jasa orang tua dan guru, menghargai teman, serta mensyukuri berbagai hal yang telah diberikan dalam kehidupan.
Renungan malam menjadi salah satu bagian penting dalam MOGD 2026 karena peserta tidak hanya diajak untuk aktif secara fisik, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar memahami makna kebersamaan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Memasuki Jumat, 21 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan pada pagi hari dengan api unggun untuk putri Pangkalan Nyai Azzah 4012. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Api unggun menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.
Setelah api unggun, peserta putri melanjutkan kegiatan dengan pentas seni. Kreativitas dan keberanian peserta kembali ditampilkan melalui berbagai pertunjukan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun rasa percaya diri.
Sementara itu, peserta putra mengikuti kegiatan jelajah. Dalam kegiatan ini, peserta menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kerja sama, ketangkasan, keberanian, dan kekompakan. Jelajah menjadi sarana untuk menguji sejauh mana peserta mampu menerapkan keterampilan dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama MOGD.
Tidak hanya menyelesaikan tantangan, peserta juga belajar untuk saling membantu dan tidak meninggalkan anggota kelompok. Semangat kebersamaan menjadi hal penting dalam kegiatan jelajah karena setiap tantangan akan lebih mudah diselesaikan apabila dihadapi bersama.
Salah satu siswa peserta MOGD 2026 mengungkapkan bahwa kegiatan selama dua hari memberikan pengalaman yang berkesan.
“Awalnya kami merasa penasaran dengan kegiatan MOGD karena banyak kegiatan yang harus diikuti. Setelah menjalaninya, ternyata sangat seru. Kami bisa belajar bersama, bekerja sama saat pionering, mengikuti api unggun, pentas seni, dan berbagai kegiatan lainnya. Yang paling berkesan adalah kebersamaan dengan teman-teman.”
Ia juga menyampaikan bahwa MOGD memberikan pelajaran mengenai pentingnya menjaga kekompakan dan saling membantu.
“Dari MOGD ini kami belajar bahwa kebersamaan itu penting. Kita harus saling membantu, menghargai teman, menjaga alam, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.”
Kegiatan MOGD 2026 kemudian memasuki acara penutupan dan sayonara. Setelah melalui berbagai kegiatan selama dua hari, peserta, panitia, pembina, dan seluruh pihak yang terlibat berkumpul untuk mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala SMK Darussalam Durenan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MOGD 2026. Menurut beliau, kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan pengenalan kepramukaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap MOGD ini tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan meninggalkan kenangan, tetapi juga memberikan pembelajaran yang bermakna. Anak-anak belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan menghargai satu sama lain.”
Beliau juga berharap seluruh peserta dapat membawa pengalaman positif selama MOGD ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Tema “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia” menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian MOGD 2026. Cinta alam diwujudkan melalui kesadaran untuk menjaga dan menghargai lingkungan, sementara kasih sayang terhadap sesama ditanamkan melalui sikap saling membantu, menghormati, menghargai, dan peduli terhadap teman.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, mulai dari materi di dalam kelas, pionering, api unggun, pentas seni, renungan malam, hingga jelajah, menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga sarat dengan pembelajaran.
MOGD 2026 menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal kehidupan kepramukaan sekaligus membangun kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar SMK Darussalam Durenan. Dua hari yang penuh aktivitas tersebut diharapkan mampu meninggalkan kesan positif dan menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, kreatif, peduli, dan berkarakter.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 21 Agustus 2026, berakhir pula seluruh rangkaian MOGD 2026. Namun, semangat yang telah dibangun selama kegiatan diharapkan tidak berhenti bersama acara penutupan. Nilai cinta alam, kasih sayang sesama manusia, persaudaraan, kekompakan, dan semangat kepramukaan diharapkan terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
MOGD 2026 — belajar bersama, bertumbuh bersama, dan membangun karakter untuk masa depan.
Salam Pramuka! 🏕️🔥




