Trenggalek, 16 September 2026 — Rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) PMR Unit SMK Darussalam Durenan memasuki hari kedua pada Rabu, 16 September 2026. Setelah pada hari pertama peserta didik mendapatkan pembekalan mengenai Gerakan Kepalangmerahan dan Kesehatan Remaja, pada hari kedua kegiatan kembali dilanjutkan dengan berbagai materi yang tidak kalah penting dan erat kaitannya dengan tugas serta peran anggota Palang Merah Remaja (PMR).

Day 2 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan keterampilan peserta didik. Berbagai materi yang diberikan tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan, tetapi juga mengajarkan bagaimana seorang anggota PMR harus memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu memahami kondisi di sekitarnya, memiliki kesiapan ketika menghadapi bencana, serta mengetahui langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan pertama.

Kegiatan pada hari kedua diisi dengan tiga materi utama, yaitu Donor Darah Sukarela, Kesiapsiagaan Bencana, dan Pertolongan Pertama. Seluruh materi disampaikan oleh pemateri yang memiliki bidang dan pengalaman yang relevan, sehingga peserta mendapatkan pembelajaran yang lebih terarah mengenai berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan kemanusiaan.

Materi Donor Darah Sukarela Bersama Bu Safira Nur Rahma, M.Pd.

Kegiatan Day 2 diawali dengan penyampaian Materi Donor Darah Sukarela bersama Bu Safira Nur Rahma, M.Pd. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya donor darah sebagai salah satu bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.

Donor darah merupakan kegiatan sosial yang memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Ketersediaan darah sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi, terutama ketika seseorang membutuhkan transfusi darah akibat kecelakaan, tindakan medis, operasi, maupun kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, keberadaan pendonor sukarela memiliki peran yang penting dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

Dalam materi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan donor darah. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian donor darah sukarela, tujuan donor darah, manfaat donor darah, persyaratan bagi calon pendonor, proses pelaksanaan donor darah, serta pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan sesudah melakukan donor darah.

Pembahasan mengenai persyaratan donor menjadi salah satu bagian penting agar peserta memahami bahwa kegiatan donor darah harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kegiatan donor tidak hanya dilakukan dengan niat membantu orang lain, tetapi juga harus memperhatikan keamanan dan kesehatan pendonor maupun penerima darah.

Melalui materi tersebut, peserta didik juga diajak untuk memahami bahwa kegiatan kemanusiaan tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk yang besar. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran untuk membantu sesama dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Nilai yang ditekankan dalam materi Donor Darah Sukarela bukan hanya mengenai proses donor darah, tetapi juga tentang kepedulian, kerelaan, solidaritas, tanggung jawab, dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anggota PMR.

Dengan adanya pembekalan ini, peserta diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai donor darah dan mampu menjadi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Materi Kesiapsiagaan Bencana Bersama Bu Reinina Fauziati Rohmah, S.E.

Setelah materi Donor Darah Sukarela, kegiatan dilanjutkan dengan Materi Kesiapsiagaan Bencana yang disampaikan oleh Bu Reinina Fauziati Rohmah, S.E.

Kesiapsiagaan bencana merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh setiap individu, terutama generasi muda. Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi bencana, sehingga pemahaman mengenai kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi ini, peserta didik diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Bencana dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. Oleh karena itu, kesiapan dalam menghadapi situasi tersebut perlu dibangun sejak dini.

Peserta diajak untuk memahami bahwa kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Kesiapsiagaan justru perlu dilakukan sebelum bencana terjadi, melalui pengetahuan, persiapan, kewaspadaan, serta kemampuan untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Dalam pembelajaran tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali risiko, menjaga kewaspadaan, mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, serta memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Sebagai anggota PMR, peserta didik diharapkan memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap kondisi lingkungan. Ketika terjadi situasi darurat, seorang anggota PMR harus mampu tetap tenang, memahami kondisi, dan mengambil tindakan sesuai dengan kemampuan serta prosedur yang telah dipelajari.

Materi kesiapsiagaan bencana juga menjadi sarana untuk menanamkan karakter disiplin, tanggap, peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Dalam situasi bencana, kerja sama menjadi salah satu hal yang sangat penting karena penanganan keadaan darurat tidak dapat dilakukan secara individual tanpa koordinasi dengan pihak lain.

Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh selama DIKLATSAR dapat menjadi bekal bagi peserta untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri, teman, keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Materi Pertolongan Pertama Bersama Bapak Hadi Triyono

Materi berikutnya adalah Pertolongan Pertama yang disampaikan oleh Bapak Hadi Triyono. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam DIKLATSAR PMR karena kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan yang sangat dekat dengan kegiatan kepalangmerahan.

Pertolongan pertama berkaitan dengan tindakan awal yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera, kecelakaan, atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis. Oleh sebab itu, pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama penting dimiliki agar seseorang tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperburuk kondisi korban.

Melalui materi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap tenang ketika menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi tertentu, kepanikan dapat menyebabkan seseorang kesulitan berpikir dan mengambil keputusan. Karena itu, anggota PMR perlu memiliki kesiapan mental serta pemahaman yang cukup untuk dapat bertindak secara tepat sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Peserta juga diarahkan untuk memahami prinsip dasar dalam memberikan pertolongan kepada orang lain. Sebelum memberikan bantuan, kondisi sekitar perlu diperhatikan agar penolong tidak ikut menjadi korban. Keselamatan penolong, korban, dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam penanganan keadaan darurat.

Pembelajaran pertolongan pertama juga mengajarkan pentingnya memberikan bantuan sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Peserta tidak hanya dituntut untuk mengetahui teori, tetapi juga memahami bahwa setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Bagi anggota PMR, materi Pertolongan Pertama diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai kemungkinan kejadian di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Dengan pengetahuan yang dimiliki, peserta dapat lebih siap untuk memberikan bantuan awal ketika menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan, sekaligus mengetahui kapan harus meminta bantuan kepada pihak yang lebih kompeten.

Materi ini juga memperkuat nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kegiatan PMR. Menolong orang lain membutuhkan keberanian, kepedulian, ketenangan, dan rasa tanggung jawab. Karena itu, keterampilan pertolongan pertama tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan sikap dan karakter.

Rangkaian Materi yang Saling Berkaitan

Ketiga materi yang diberikan pada Day 2 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan memiliki keterkaitan yang sangat erat. Materi Donor Darah Sukarela mengajarkan kepedulian dan solidaritas dalam membantu sesama. Materi Kesiapsiagaan Bencana membangun kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat. Sementara itu, materi Pertolongan Pertama memberikan bekal pengetahuan mengenai tindakan awal ketika seseorang membutuhkan bantuan.

Ketiga materi tersebut menjadi satu kesatuan pembelajaran yang mendukung tujuan DIKLATSAR PMR, yaitu membentuk peserta didik agar memiliki wawasan kepalangmerahan sekaligus karakter yang peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta tidak hanya belajar mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami mengapa kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan membantu sesama menjadi hal penting dalam kehidupan.

Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat membentuk anggota PMR yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Penutupan Day 2 DIKLATSAR PMR

Setelah seluruh materi selesai diberikan, rangkaian kegiatan Day 2 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan kemudian ditutup dengan upacara penutupan bersama Bapak Hadi Triyono.

Upacara penutupan menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua. Momen ini sekaligus menjadi bagian refleksi bagi peserta setelah mengikuti berbagai materi dan pembelajaran selama kegiatan DIKLATSAR.

Dengan berakhirnya kegiatan Day 2, peserta telah mendapatkan tambahan wawasan mengenai berbagai aspek penting dalam kegiatan kemanusiaan. Materi yang telah disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan DIKLATSAR PMR juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik SMK Darussalam Durenan.

Membentuk Generasi Muda yang Peduli dan Tanggap

Day 2 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan menjadi salah satu proses penting dalam pembentukan anggota PMR yang memiliki wawasan dan karakter kemanusiaan. Melalui materi Donor Darah Sukarela, Kesiapsiagaan Bencana, dan Pertolongan Pertama, peserta mendapatkan pengetahuan yang dapat menjadi bekal untuk memahami pentingnya membantu dan melindungi sesama.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjadi anggota PMR bukan sekadar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi merupakan proses pembelajaran untuk membangun sikap peduli dan bertanggung jawab. Setiap pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar.

Semangat kemanusiaan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik, anggota PMR diharapkan mampu menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang lebih peduli, tanggap, disiplin, dan siap membantu ketika dibutuhkan.

Melalui pelaksanaan DIKLATSAR ini, SMK Darussalam Durenan terus berupaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui pengalaman yang membentuk karakter dan kepedulian sosial.

Rangkaian Day 2 pada 16 September 2026 pun menjadi bagian dari perjalanan peserta dalam mengenal lebih jauh dunia kepalangmerahan dan nilai-nilai kemanusiaan. Semoga seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menjalankan peran sebagai anggota PMR serta menjadi generasi muda yang senantiasa memiliki semangat untuk peduli, tanggap, dan membantu sesama.