Durenan, 12 September 2026 — Setelah sukses melaksanakan rangkaian kegiatan pada hari pertama, MAKESTA II (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU-IPPNU SMK Darussalam Durenan Tahun 2026 memasuki Day 2 pada Sabtu, 12 September 2026. Hari kedua menjadi bagian penting dalam rangkaian kaderisasi karena peserta didik kelas X tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga diarahkan untuk memahami nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, ke-NU-an, serta komitmen dalam berorganisasi.

Sejak pagi, peserta mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Absensi kehadiran menjadi agenda pembuka sebagai bentuk evaluasi kedisiplinan dan kesiapan peserta. Setelah absensi, kegiatan dilanjutkan dengan review materi yang telah disampaikan pada Day 1.

Dalam sesi review, peserta diajak mengingat kembali materi Study Gender, Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, serta Keorganisasian dan Kepemimpinan. Review dilakukan sebagai sarana untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah diberikan sekaligus memberikan kesempatan untuk menyampaikan kembali pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama hari pertama.

Materi 5: Ke-Indonesia-an

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Materi 5: Ke-Indonesia-an bersama K. Yasin, S.Pd. Materi ini menjadi pembekalan penting untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air di kalangan peserta.

Peserta diajak memahami makna menjadi generasi muda Indonesia yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa, menjunjung persatuan dan kesatuan, serta mampu menghargai keberagaman. Nilai-nilai nasionalisme tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta tidak hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembelajaran Ke-Indonesia-an juga menjadi pengingat bahwa organisasi pelajar dapat menjadi ruang untuk melatih kepedulian, kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Materi 6: ASWAJA dan Ke-NU-an

Setelah mendapatkan wawasan kebangsaan, peserta mengikuti Materi 6: ASWAJA dan Ke-NU-an bersama KH. Hasan Ilyas.

Materi ini memberikan pemahaman mengenai Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA) serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam kehidupan warga Nahdlatul Ulama. Peserta dikenalkan dengan pentingnya sikap tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memahami wawasan keagamaan, peserta juga diajak untuk menerapkan sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah persatuan.

Materi ASWAJA dan Ke-NU-an menjadi pembekalan penting agar peserta memiliki dasar keagamaan dan karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan sebagai pelajar sekaligus bagian dari masyarakat.

RTL: Dari Materi Menuju Aksi

Setelah seluruh materi pembekalan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang dipandu oleh panitia dan instruktur MAKESTA II.

Sesi RTL menjadi momentum bagi peserta untuk merefleksikan seluruh proses yang telah dilalui selama MAKESTA. Peserta diarahkan untuk memikirkan langkah nyata yang dapat dilakukan setelah kegiatan, baik dalam pengembangan diri, kegiatan sekolah, maupun organisasi IPNU-IPPNU.

Dengan adanya RTL, diharapkan nilai-nilai yang diperoleh selama MAKESTA tidak berhenti sebagai materi atau pengalaman selama dua hari saja, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dan kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pembuatan Akun EDO Pelajar Trenggalek

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan akun EDO Pelajar Trenggalek bagi peserta. EDO menjadi bagian dari ekosistem digital organisasi pelajar di wilayah Trenggalek.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan platform digital sebagai sarana pendukung aktivitas kepelajaran dan organisasi. Peserta diarahkan untuk memiliki akun dan mengenal fungsi EDO sehingga dapat mengikuti perkembangan serta aktivitas kepelajaran di wilayah Trenggalek.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kepada peserta bahwa perkembangan organisasi pelajar saat ini dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi dan ruang digital secara positif.

Prosesi Baiat: Meneguhkan Komitmen Kader

Salah satu rangkaian yang menjadi momentum penting dalam MAKESTA II adalah prosesi Baiat. Setelah mendapatkan berbagai pembekalan mengenai organisasi, kebangsaan, keagamaan, dan ke-NU-an, peserta mengikuti prosesi Baiat dengan suasana yang khidmat.

Baiat menjadi simbol peneguhan komitmen dan kesediaan peserta untuk menjalankan nilai-nilai yang telah dipelajari selama MAKESTA. Peserta diharapkan mampu menjaga nama baik organisasi, menjunjung nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, serta terus aktif dalam proses pengembangan diri dan organisasi.

Prosesi ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kaderisasi peserta, sekaligus menandai bahwa setelah MAKESTA mereka memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan berproses.

Penutupan MAKESTA II

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi penutupan MAKESTA II IPNU-IPPNU SMK Darussalam Durenan Tahun 2026. Penutupan dilakukan oleh M. Yusuf Saifulloh, S.Pd.

Dalam penutupannya, beliau menyampaikan motivasi kepada peserta agar pengalaman selama MAKESTA dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sebagai pelajar yang aktif, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Peserta juga diharapkan tidak berhenti pada tahap mengenal organisasi, tetapi mampu melanjutkan proses dengan aktif mengikuti kegiatan, mengembangkan potensi, membangun solidaritas, dan berani mengambil peran positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian MAKESTA II IPNU-IPPNU SMK Darussalam Durenan Tahun 2026, berakhir pula rangkaian kegiatan kaderisasi selama dua hari. Namun, berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhirnya proses. Justru, MAKESTA menjadi titik awal perjalanan peserta kelas X untuk mengenal lebih dekat IPNU-IPPNU, membangun karakter, memperkuat wawasan, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan.

Melalui MAKESTA II, SMK Darussalam Durenan berharap lahir generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, kreatif, inovatif, komunikatif, nasionalis, bertanggung jawab, serta mampu berkontribusi secara positif bagi sekolah, organisasi, dan masyarakat.

MAKESTA II 2026 — Dua Hari Berproses, Menjadi Awal Perjalanan Panjang untuk Belajar, Berorganisasi, dan Mengabdi.