

Durenan, Kamis, 11 Desember 2025 — Kehadiran BMT NU di Kecamatan Durenan resmi diperkenalkan melalui sebuah acara launching yang berlangsung meriah namun tetap bernuansa religius. Dihadiri oleh para tokoh masyarakat, jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, serta warga sekitar, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menguatkan ekonomi umat di wilayah tersebut.
Dibuka dengan Lantunan Sholawat
Acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh grup dari Pondok Pesantren Anwarul Haromain. Irama sholawat yang syahdu berhasil menciptakan suasana penuh ketenangan dan menambah keberkahan bagi seluruh tamu undangan. Pembukaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas ekonomi dalam BMT NU tetap berdiri di atas nilai spiritual dan kepedulian terhadap umat.
Rangkaian acara kemudian dipandu oleh Rudi Agus Salim selaku MC, yang dengan gaya komunikatif dan rapi memastikan seluruh agenda berjalan lancar dan tertata.
Santunan untuk 20 Anak Yatim dan Dhuafa
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah pemberian santunan kepada 20 anak yatim dan dhuafa, yang disalurkan melalui para pengurus ranting NU se-Kecamatan Durenan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa hadirnya BMT NU bukan hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tetapi juga membawa misi sosial dan kepedulian kepada masyarakat kecil.
Anak-anak penerima santunan tampak berbahagia, sementara para pengurus ranting NU berharap agar kegiatan ini membawa keberkahan sekaligus menjadi langkah awal perkembangan BMT NU di tengah masyarakat.
Sambutan dari Pimpinan Pusat BMT NU dan Ketua PCNU Trenggalek
Usai sesi sosial, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Pimpinan Pusat BMT NU. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya lembaga keuangan syariah sebagai penopang ekonomi umat yang menjunjung prinsip keadilan, kebermanfaatan, dan amanah. Ia berharap BMT NU Durenan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, terutama dalam mendukung usaha masyarakat kecil.
Ketua PCNU Trenggalek turut memberikan sambutan, memuji kekompakan seluruh elemen NU di Kecamatan Durenan. Menurutnya, kerjasama antara MWC, ranting NU, dan masyarakat adalah modal utama untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis keumatan. Beliau menegaskan bahwa peresmian BMT NU bukan sekadar pembukaan lembaga baru, tetapi langkah strategis memperkuat perekonomian warga NU di tingkat akar rumput.
Doa Bersama Dipimpin KH Mastur Ali
Suasana kembali khidmat ketika KH Mastur Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Karangan, memimpin doa bersama. Dalam doa tersebut, beliau memohon agar BMT NU yang baru berdiri diberi kemudahan, dijauhkan dari berbagai rintangan, serta menjadi lembaga yang amanah dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Seluruh hadirin mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan, menegaskan bahwa launching ini bukan hanya acara formal, tetapi juga permohonan restu kepada Allah SWT untuk kelancaran perjalanan lembaga tersebut.
Launching BMT NU Berlangsung Semarak
Memasuki acara puncak, dilakukan prosesi launching BMT NU Durenan. Momen ini disaksikan oleh berbagai tokoh penting, di antaranya KH Barul Munir, Camat Durenan, perwakilan Pimpinan Pusat BMT NU, pengurus MWC NU, pengurus ranting NU se-Kecamatan Durenan, serta ratusan masyarakat yang hadir.
Prosesi peluncuran semakin berkesan dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol tekad BMT NU untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik. Pemotongan pita juga dilakukan sebagai penanda resmi dimulainya operasional lembaga tersebut.
Sorakan gembira dan tepuk tangan para tamu undangan menggambarkan antusiasme warga terhadap kehadiran BMT NU di Durenan.
Ucapan Kepala Sekolah SMK Darussalam Durenan
Kepala Sekolah SMK Darussalam Durenan yang turut hadir dalam acara tersebut, Bapak Maftukhin, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran BMT NU Durenan. Dalam keterangannya, beliau mengatakan:
“Hadirnya BMT NU di Durenan tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi lembaga pendidikan seperti kami. Semoga BMT NU mampu menjadi mitra yang amanah, mendukung perkembangan usaha masyarakat, dan memberi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.”
Beliau juga menambahkan bahwa SMK Darussalam Durenan siap menjalin kolaborasi positif, terutama dalam literasi keuangan syariah dan program pemberdayaan siswa.
Harapan Baru bagi Ekonomi Umat
Dengan beroperasinya BMT NU di Kecamatan Durenan, masyarakat kini memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan syariah. Lembaga ini diharapkan menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha mikro dan kecil, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman.
Keberhasilan launching ini membuktikan kuatnya sinergi antara para tokoh agama, pihak pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pondasi ekonomi umat melalui mekanisme koperasi syariah.




