
Trenggalek, Bawaslu — Bawaslu Kabupaten Trenggalek terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi sejak dini melalui lingkungan sekolah. Hal tersebut diwujudkan dengan menghadiri sekaligus membersamai pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos) SMK Darussalam Durenan periode 2026/2027, Sabtu (26/9/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Trenggalek Koordinator Divisi SDMO dan Diklat, Ahmad Rokhani, Kepala SMK Darussalam Durenan, Maftukin, S.Pd., jajaran dewan guru, panitia Pemilos, lima calon ketua OSIS, serta sekitar 200 siswa-siswi sebagai pemilih.
Pemilos tahun 2026 memiliki inovasi tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan yang berlangsung di sekolah tersebut, proses pemungutan suara menggunakan electronic voting (e-voting).

Sebelum memberikan suara, pemilih melakukan kode login. Setelah terverifikasi, pemilih memperoleh PIN untuk mengakses sistem _e-voting_ dan menggunakan hak pilihnya terhadap salah satu dari lima calon ketua OSIS.
Pemilos sebagai Pendidikan Demokrasi
Kepala SMK Darussalam Durenan, Maftuhin, S.Pd., mengatakan Pemilos merupakan salah satu wahana pembelajaran demokrasi bagi peserta didik. Melalui proses tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memilih pemimpin, berpartisipasi, menyampaikan aspirasi, menghormati perbedaan pilihan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai pemilih.
“Pemilos merupakan salah satu wahana dan metode belajar berdemokrasi. Siswa mempraktikkan secara langsung proses pemilihan pemimpin, partisipasi, penyampaian aspirasi, penghormatan terhadap perbedaan pilihan, serta tanggung jawab sebagai warga negara, pemilih maupun calon pemimpin” ujar Maftuhin.
Maftuhin juga menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Trenggalek yang telah hadir dan membersamai pelaksanaan Pemilos 2026.
Ia berharap kehadiran Bawaslu dapat memberikan motivasi serta menambah pengetahuan peserta didik mengenai demokrasi dan kepemiluan.
“Kami berharap seluruh siswa-siswi SMK Darussalam Durenan terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sehingga pada pelaksanaan Pemilu 2029 dapat menjadi pemilih maupun penyelenggara pemilu yang cerdas dan berintegritas,”katanya.
Bawaslu Tekankan Pemilihan Berintegritas
Anggota Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Ahmad Rokhani, mengapresiasi inovasi SMK Darussalam Durenan dalam menerapkan e-voting pada Pemilos 2026.
Menurutnya, Pemilos merupakan bentuk sederhana dari praktik demokrasi yang dapat menjadi sarana bagi siswa untuk memahami proses suksesi kepemimpinan.
“Pemilos merupakan pembelajaran bagaimana proses suksesi kepemimpinan dilaksanakan secara demokratis. Di sekolah, untuk menentukan ketua OSIS dilakukan melalui pemilihan, bukan ditunjuk oleh kepala sekolah,” terang Rokhani.
Ia menegaskan bahwa budaya demokrasi yang berkualitas perlu dibangun sejak dini. Proses pemilihan di lingkungan sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa setiap pilihan harus diberikan secara bebas dan bertanggung jawab.
“Dalam melaksanakan Pemilos, harus dibiasakan sejak dini proses pemilihan yang berkualitas dan berintegritas. Stop politik uang, politik adu domba maupun fitnah.”
Rokhani juga mengingatkan para calon ketua OSIS agar menawarkan gagasan melalui visi dan misi yang menarik serta dapat dilaksanakan. Sementara bagi pemilih, pilihan hendaknya ditentukan berdasarkan visi-misi dan kapasitas calon.
“Pilih calon ketua berdasarkan hati nurani, kecocokan visi-misi serta kapasitasnya. Jangan karena iming-iming materi atau uang menjadi alasan dalam memilih calon ketua,” tegasnya.
Uji Praktik Demokrasi yang Jujur
Dalam kesempatan tersebut, Rokhani juga melakukan dialog dengan para siswa mengenai proses kampanye yang telah berlangsung sehari sebelumnya.
Ia menanyakan apakah para siswa telah mendengarkan visi dan misi para calon. Para siswa menjawab telah mendengarkannya.
Rokhani kemudian menanyakan apakah ada calon yang menawarkan uang atau mengajak siswa untuk ditraktir agar memilih calon tertentu. Para siswa menjawab tidak.
Pertanyaan mengenai adanya kampanye yang berisi fitnah atau upaya mengadu domba antar kandidat juga mendapat jawaban tidak dari para siswa.
“Alhamdulillah. Ini menunjukkan proses pembelajaran demokrasi dapat dilakukan dengan baik. Mari kita jaga agar Pemilos ini berlangsung secara jujur, tertib dan berintegritas,” ujar Rokhani.
*Bekal Pemilih Pemula Menuju Pemilu 2029*
Rokhani menambahkan, pendidikan demokrasi di sekolah memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi pemilih pemula.
Menurutnya, peserta didik SMK Darussalam Durenan saat ini yang duduk di kelas X, XI maupun XII nantinya telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2029. Bahkan, sebagian di antaranya berpotensi mengambil peran dalam penyelenggaraan maupun aktivitas demokrasi lainnya.
“Pemilu 2029 nanti akan menjadi pengalaman demokrasi yang lebih luas bagi adik-adik. Adik-adik sudah mempunyai hak pilih, bahkan sebagian mungkin menjadi penyelenggara maupun peserta. Oleh sebab itu, pembelajaran Pemilos hari ini menjadi salah satu bekal dalam menyongsong Pemilu 2029,” jelasnya.
Dorong Pengawasan Partisipatif Sejak Sekolah

Kehadiran Bawaslu dalam Pemilos SMK Darussalam Durenan menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan demokrasi dan membangun kesadaran kepemiluan di kalangan pemilih pemula.
Pembelajaran demokrasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan hak pilih, tetapi juga membangun karakter pemilih yang kritis, bertanggung jawab, menghormati perbedaan pilihan, serta menolak praktik-praktik yang dapat mencederai integritas proses pemilihan.
Pemilos SMK Darussalam Durenan periode 2026/2027 dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, dengan diikuti lima calon ketua OSIS. Sebelumnya, kampanye dialog dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026.
Penerapan e-voting menjadi inovasi dalam pelaksanaan Pemilos tahun ini sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemilihan yang efektif, partisipatif, dan tertib.




