SMK Darussalam Durenan, 15 September 2026 — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMK Darussalam Durenan resmi dimulai pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X SMK Darussalam Durenan sebagai bagian dari proses pengenalan dan pembinaan anggota PMR di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan DIKLATSAR menjadi salah satu kegiatan penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat untuk membantu sesama. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai dasar gerakan kepalangmerahan serta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Sebagai anggota PMR, peserta diharapkan mampu memahami bahwa kegiatan kepalangmerahan tidak hanya berkaitan dengan pertolongan ketika terjadi keadaan darurat. Lebih dari itu, PMR juga menjadi wadah pembelajaran untuk menumbuhkan sikap kemanusiaan, membangun kebiasaan hidup sehat, mempererat persahabatan, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.

Rangkaian Day 1 dilaksanakan melalui beberapa agenda, mulai dari absensi seluruh peserta kelas X, upacara pembukaan, pembacaan Tri Bhakti PMR, sambutan, penyematan slayer, doa, hingga penyampaian materi dasar Gerakan Kepalangmerahan dan Kesehatan Remaja.

Absensi Peserta Menjadi Awal Kegiatan

Rangkaian kegiatan Day 1 diawali dengan absensi peserta dari seluruh kelas X SMK Darussalam Durenan. Tahap ini menjadi bagian awal untuk memastikan kehadiran seluruh peserta sebelum mengikuti kegiatan yang telah disiapkan.

Absensi juga menjadi bentuk pembiasaan sikap tertib dan disiplin bagi peserta. Dalam kegiatan PMR, kedisiplinan merupakan salah satu hal penting karena setiap anggota dituntut untuk mampu mengikuti arahan, menghargai waktu, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kegiatan yang diikuti.

Kehadiran seluruh peserta kelas X menunjukkan bahwa kegiatan DIKLATSAR menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai kepalangmerahan kepada peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan di SMK Darussalam Durenan.

Setelah proses absensi selesai, seluruh peserta kemudian mengikuti upacara pembukaan DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan.

Upacara Pembukaan Dihadiri Perwakilan PMI Kabupaten Trenggalek

Upacara pembukaan DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan menjadi agenda utama yang menandai dimulainya rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar PMR. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Djoko Wasono, S.H., M.M., selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Diklat, dan Relawan PMI Kabupaten Trenggalek.

Kehadiran Bapak Djoko Wasono menjadi bagian penting dalam kegiatan pembukaan karena PMI memiliki peran dalam pembinaan, pengembangan, dan penguatan kegiatan kepalangmerahan. Melalui kegiatan seperti DIKLATSAR, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kemanusiaan dan peran generasi muda dalam kegiatan sosial.

Upacara pembukaan juga menjadi momentum untuk memberikan arahan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan setiap materi dan pengalaman selama diklatsar sebagai bekal untuk mengembangkan sikap peduli, tanggap, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan PMR, pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami materi, tetapi juga dibiasakan untuk bekerja sama, menghargai sesama, mengikuti aturan, dan memiliki semangat sukarela.

Pembacaan Tri Bhakti PMR oleh Ananda Dihyan Akroma

Salah satu agenda dalam upacara pembukaan adalah pembacaan Tri Bhakti PMR. Pembacaan Tri Bhakti PMR dilakukan oleh ananda Dihyan Akroma, peserta didik kelas X DKV 11.

Tri Bhakti PMR merupakan pedoman yang menjadi dasar bagi anggota PMR dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang mengarahkan anggota PMR untuk meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Pembacaan Tri Bhakti PMR dalam upacara pembukaan menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa kegiatan PMR memiliki tujuan yang luas. Anggota PMR tidak hanya dituntut untuk mengetahui berbagai keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai meningkatkan keterampilan hidup sehat mengajarkan peserta untuk memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan diri, memahami perilaku hidup sehat, dan membangun kebiasaan yang baik. Sementara itu, nilai berkarya dan berbakti di masyarakat mendorong peserta untuk memiliki kepedulian serta kemauan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Adapun nilai mempererat persahabatan nasional dan internasional mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang baik, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh peserta selama mengikuti DIKLATSAR maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Kepala SMK Darussalam Durenan

Setelah pembacaan Tri Bhakti PMR, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMK Darussalam Durenan.

Sambutan Kepala Sekolah menjadi bagian penting dalam memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh peserta. Melalui kegiatan DIKLATSAR, peserta diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan PMR juga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan karakter peserta didik. Di dalamnya terdapat nilai-nilai seperti kepedulian, kerja sama, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat membantu sesama.

Bagi peserta didik kelas X, kegiatan ini menjadi pengalaman awal untuk mengenal lingkungan kegiatan PMR serta memahami bahwa organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi diri.

Melalui DIKLATSAR, peserta diharapkan mampu membangun keberanian untuk belajar hal baru, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta mengembangkan sikap saling membantu dan menghargai antarsesama peserta.

Sambutan Bapak Djoko Wasono, S.H., M.M.

Agenda berikutnya adalah sambutan dari Bapak Djoko Wasono, S.H., M.M., selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Diklat, dan Relawan PMI Kabupaten Trenggalek.

Sambutan ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kegiatan kepalangmerahan. Sebagai bagian dari pembinaan PMR, kegiatan DIKLATSAR diharapkan dapat memberikan bekal awal kepada peserta untuk mengenal prinsip-prinsip kemanusiaan serta peran relawan dalam membantu masyarakat.

Kehadiran PMI Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan pembukaan juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan. Peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian diklatsar dengan semangat belajar dan terbuka terhadap berbagai pengetahuan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mulai diarahkan untuk memahami pentingnya sikap peduli, tanggap, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyematan Slayer kepada Seluruh Peserta Diklat

Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan pemakaian slayer kepada peserta diklat. Penyematan slayer kemudian diikuti oleh seluruh peserta diklat.

Penyematan slayer menjadi salah satu momen simbolis dalam kegiatan DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan. Kegiatan ini menandai kesiapan peserta untuk mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar yang telah disiapkan.

Slayer menjadi bagian dari identitas peserta selama mengikuti kegiatan. Selain itu, penyematan ini juga dapat dimaknai sebagai simbol kebersamaan, semangat, dan komitmen untuk mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Dengan mengenakan slayer, seluruh peserta diharapkan dapat menunjukkan kesiapan untuk belajar, bekerja sama, dan mengikuti setiap agenda sesuai dengan arahan yang diberikan. Kekompakan dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang tertib dan kondusif.

Upacara Pembukaan Ditutup dengan Doa

Setelah seluruh rangkaian upacara pembukaan selesai, kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pak Syaifudin Zuhri.

Doa menjadi penutup rangkaian pembukaan sekaligus pengantar sebelum peserta memasuki agenda inti DIKLATSAR. Melalui doa, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan lancar, memperoleh manfaat dari setiap materi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah upacara pembukaan selesai, peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan mengikuti materi dasar yang telah disiapkan.

Materi 1: Gerakan Kepalangmerahan

Materi pertama pada Day 1 adalah Gerakan Kepalangmerahan, yang disampaikan oleh Bu Anisa Putri Novi Maulida, S.Pd.

Materi ini menjadi dasar penting bagi peserta dalam mengenal gerakan kepalangmerahan. Sebelum mempelajari berbagai keterampilan PMR, peserta perlu memahami terlebih dahulu latar belakang, tujuan, serta nilai-nilai yang menjadi dasar gerakan kepalangmerahan.

Gerakan kepalangmerahan merupakan gerakan kemanusiaan yang memiliki tujuan untuk membantu sesama, mengurangi penderitaan manusia, serta memberikan perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan tersebut menjadi dasar dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh anggota PMR.

Melalui materi ini, peserta diharapkan dapat memahami bahwa PMR bukan sekadar kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan atau pertolongan pertama. PMR juga merupakan wadah pembentukan karakter yang mengajarkan kepedulian, kesukarelaan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.

Pemahaman mengenai gerakan kepalangmerahan menjadi bekal awal bagi peserta untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berikutnya. Dengan memahami dasar gerakannya, peserta diharapkan dapat lebih mudah menghubungkan materi yang dipelajari dengan praktik dan kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain itu, materi ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal peran PMR sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. Peserta diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari kegiatan kepalangmerahan serta memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan.

Mengenal Nilai Kemanusiaan melalui Gerakan Kepalangmerahan

Dalam kegiatan PMR, nilai kemanusiaan menjadi dasar utama yang perlu dipahami oleh setiap anggota. Nilai tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan pertolongan, perhatian, dan perlakuan yang baik.

Melalui pembelajaran Gerakan Kepalangmerahan, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya membantu sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang. Sikap tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter yang peduli dan memiliki rasa empati.

Peserta juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan membantu teman yang mengalami kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, menghargai orang lain, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Dengan demikian, materi Gerakan Kepalangmerahan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai organisasi atau gerakan kemanusiaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan oleh peserta di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Materi 2: Kesehatan Remaja

Setelah materi Gerakan Kepalangmerahan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua, yaitu Kesehatan Remaja yang disampaikan oleh Bu Wahyuni Risalatul Azmah, S.Pd., M.Si.

Materi Kesehatan Remaja menjadi bagian penting dalam DIKLATSAR PMR karena masa remaja merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Pada masa ini, peserta didik mengalami berbagai perubahan dan menghadapi beragam aktivitas, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kesehatan menjadi bekal penting agar peserta mampu menjaga kondisi tubuh, membangun kebiasaan sehat, dan menjalani aktivitas dengan baik.

Melalui materi ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, berolahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun pola hidup sehat.

Kesehatan remaja juga berkaitan dengan kemampuan peserta dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar, kegiatan organisasi, waktu istirahat, dan kehidupan sosial. Dengan pemahaman yang baik, peserta diharapkan mampu membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan dan perkembangan diri.

Pentingnya Kesehatan Fisik, Mental, dan Sosial

Kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan sosial. Ketiganya saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam kehidupan peserta didik.

Kesehatan fisik dapat dijaga melalui pola makan yang baik, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta kebiasaan menjaga kebersihan. Sementara itu, kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan mengenali dan mengelola emosi, menghadapi tekanan, serta membangun kebiasaan yang mendukung kesejahteraan diri.

Adapun kesehatan sosial berkaitan dengan kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, menghargai perbedaan, bekerja sama, dan membangun lingkungan yang saling mendukung.

Melalui materi Kesehatan Remaja, peserta diharapkan dapat memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab pribadi sekaligus bagian dari kepedulian terhadap orang lain. Remaja yang sehat akan lebih siap mengikuti kegiatan belajar, berorganisasi, dan berkontribusi dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

DIKLATSAR sebagai Wadah Pembentukan Karakter

Pelaksanaan Day 1 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan materi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.

Setiap rangkaian kegiatan memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Absensi mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Upacara pembukaan menanamkan sikap tertib dan penghormatan terhadap kegiatan. Pembacaan Tri Bhakti PMR mengingatkan peserta pada nilai-nilai kemanusiaan. Penyematan slayer menjadi simbol kebersamaan dan kesiapan mengikuti diklat.

Sementara itu, materi Gerakan Kepalangmerahan memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar gerakan kemanusiaan, sedangkan materi Kesehatan Remaja membekali peserta dengan pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan berbagai sikap positif, seperti:

  • Disiplin, melalui kebiasaan mengikuti kegiatan sesuai jadwal dan arahan.
  • Tanggung jawab, melalui kesiapan menjalankan tugas dan mengikuti seluruh rangkaian diklat.
  • Kepedulian, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
  • Kerja sama, melalui kebersamaan dalam mengikuti kegiatan.
  • Kemandirian, melalui proses belajar dan pembiasaan selama diklatsar.
  • Empati, melalui pemahaman bahwa setiap orang membutuhkan perhatian dan bantuan.
  • Kesadaran hidup sehat, melalui materi dan pembelajaran mengenai kesehatan remaja.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menjalani kehidupan sebagai pelajar, anggota organisasi, dan bagian dari masyarakat.

Langkah Awal Menuju Anggota PMR yang Berkarakter

Day 1 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan menjadi langkah awal bagi peserta kelas X untuk mengenal lebih dekat kegiatan Palang Merah Remaja. Melalui kegiatan ini, peserta mulai diperkenalkan pada dasar-dasar gerakan kepalangmerahan dan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan antarpeserta. Dengan mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib, peserta diharapkan dapat membangun hubungan yang baik, saling mendukung, serta menciptakan suasana belajar yang positif.

Ke depan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama DIKLATSAR diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti kegiatan PMR dengan lebih aktif. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Tri Bhakti PMR dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, PMR Unit SMK Darussalam Durenan diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat kemanusiaan.

Penutup

Dengan terlaksananya Day 1 DIKLATSAR PMR Unit SMK Darussalam Durenan pada Selasa, 15 September 2026, seluruh peserta kelas X telah memulai rangkaian pembelajaran dasar yang menjadi bekal penting dalam kegiatan kepalangmerahan.

Mulai dari absensi, upacara pembukaan, pembacaan Tri Bhakti PMR, sambutan, penyematan slayer, doa, hingga materi Gerakan Kepalangmerahan dan Kesehatan Remaja, seluruh agenda menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai kemanusiaan dan pembentukan karakter peserta didik.

Diharapkan kegiatan DIKLATSAR ini dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta serta menumbuhkan generasi muda yang sehat, disiplin, peduli, bertanggung jawab, berjiwa sukarela, dan siap membantu sesama.

Salam kemanusiaan! ❤️

PMR Unit SMK Darussalam Durenan — Bergerak untuk Kemanusiaan, Tumbuh dengan Kepedulian.